Delta Kapuas Project terus meneguhkan keyakinan bahwa masa depan yang lestari dibangun dari langkah-langkah nyata yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Salah satunya terlihat melalui kegiatan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan kambing silvopastura milik KUPS di bawah naungan Delta Kapuas Project, yang dilaksanakan bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan di enam desa wilayah Lanskap Kubu, yaitu Kampung Baru, Ambawang, Sungai Bemban, Dabong, Mengkalang, dan Seruat Dua. Kegiatan ini bukan sekadar layanan kesehatan ternak, tetapi bagian dari ikhtiar bersama untuk merawat sumber penghidupan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pengelolaan karbon berbasis komunitas.
Di Desa Dabong, Seruat Dua, dan Mengkalang, tercatat sebanyak 31 ekor kambing telah dipasangi ear tag dan mendapatkan penanganan kesehatan berupa vitamin B complex serta obat cacing, baik melalui suntikan maupun pemberian pil. Dari total ternak tersebut, 25 ekor terdata dalam kondisi sehat, 8 ekor menerima vaksinasi, 20 ekor mendapat vitamin, dan seluruhnya telah dilengkapi ear tag. Pendataan ini menjadi langkah penting untuk memudahkan pelacakan peternak, asal ternak, hingga riwayat keturunan, sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi pembukaan pasar kurban Iduladha.
Bagi Delta Kapuas Project, silvopastura bukan hanya soal beternak di kawasan dampingan. Silvopastura adalah wujud hubungan yang lebih seimbang antara manusia, ternak, dan lingkungan. Ketika kesehatan ternak dijaga dengan baik, produktivitas masyarakat ikut menguat. Ketika sistem pendataan diperbaiki, pengelolaan usaha menjadi lebih tertata. Dan ketika usaha masyarakat tumbuh secara berkelanjutan, harapan untuk menjaga hutan tetap lestari menjadi semakin nyata.

Inilah semangat yang terus dirawat oleh Delta Kapuas Project: membangun masa depan dari desa, dari kandang-kandang ternak rakyat, dari kerja sama lintas pihak, dan dari keyakinan bahwa kesejahteraan masyarakat tidak harus datang dengan mengorbankan alam. Justru sebaliknya, hutan yang lestari dan masyarakat yang sejahtera dapat tumbuh bersama, saling menguatkan, dan menjadi landasan bagi masa depan yang lebih tangguh.
Melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak seperti ini, Delta Kapuas Project ingin menunjukkan bahwa pengelolaan karbon berbasis komunitas bukan gagasan yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Ia hidup di tengah upaya warga merawat ternak, menata penghidupan, dan menjaga wilayah kelolanya. Dari sini, benih-benih keberlangsungan terus ditanam—dengan harapan, dengan semangat, dan dengan keyakinan bahwa masa depan yang lebih baik sedang dibangun hari ini
“Senang sekali kambing diberi vitamin dan obat, kambing dikontrol dan beberapa penyakit ketahuan sebelum parah” Ujar Satoyo saat diwawancara oleh tim Delta Kapuas Project.
